Diet ala Saya (part.3) -teorema diet pantang makan garam-

Seperti yang sudah saya singgung di post sebelumnya ini

Saya penasaran kenapa bisa ada menu diet tanpa garam…bingung karena belum tahu korelasi: mengapa orang bisa menurunkan berat badan dengan cara menghindari garam? seperti apa hubungan garam dengan metabolisme di tubuh kita ini dan apa pengaruhnya dengan penurunan berat badan?

Karena itu saya mengumpulkan artike dari berbagai sumber untuk menghilangkan penasaran saya…

Garam dapur memiliki nama ilmiah Natrium klorida atau NaCl. Unsur natrium dibutuhkan oleh tubuh, karena bertugas menukar zat makanan lama dengan yang baru. Jadi lancar-tidaknya pertukaran sisa makanan di tubuh tergantung kadar natrium di dalam sel.

Natrium beredar ke seluruh tubuh mengikuti aliran darah dengan menumpang pada butir-butir darah. Untuk idealnya, butir-butir darah merah ini mendapat pasokan natrium dalam jumlah sedang-sedang saja.  Sebab, bila kekurangan, butir darah akan mengempis.  Sebaliknya, bila kelebihan butir darah merah akan mengembang dan merobek pembuluh darah.  Jika tubuh kelebihan garam akan mengakibatkan meningkatnya tekanan darah, yang merupakan sumber penyakit seperti diabetes, stroke, jantung. Karena itu dapat dikatakan bahwa kekurangan atau kelebihan garam, sama-sama menimbulkan masalah…
Dr. Lewis K Dahl, seorang peneliti dari New York mengingatkan, setiap orang hanya memerlukan sekitar 2 gr atau ½ sendok teh garam setiap hari. (Di United States (US), kadar garam yang di rekomendasikan untuk di konsumsi orang dewasa adalah kurang dari 2400 mg. Sedangkan di United Kingdom (UK), adalah kurang dari 1600 mg). Tetapi yang terjadi, konsumsi garam umumnya mencapai 5 sampai 7 gram per hari, bahkan lebih. Jadi seringkali terlalu banyak jumlah garam yang ada di sel tubuh manusia.

Sebenarnya, tanpa garam-pun, unsur sodium dalam menu harian sudah dapat mencukupi kebutuhan tubuh. Meskipun tidak memiliki citarasa asin, beberapa makanan seperti daging sapi, sarden, keju, roti jagung, sayur-sayuran, ikan laut dan keripik kentang kaya unsur sodium. Sayangnya, lidah manusia sudah dimanjakan oleh rasa asin dan gurih, sehingga sodium yang secara alami terkandung dalam bahan makanan tidak berikatan dengan chlor tidak begitu mendapat perhatian.

(hahaha, ini cukup menyentuh batin saya, mengingat saya adalah orang yang amat suka makanan asin, hiks….)

Kebanyakan makanan yang ada di sekitar kita (termasuk list makanan favorit saya) memang mengandung garam dalam jumlah besar. Inilah yang harus diperhatikan, terutama kalangan anak-anak (maupun remaja ababil seperti saya yang masih sering kurang sadar gizi, hahaha), alasan mengapa garam harus diperhatikan dalam pola makan kita :

  1. Kebanyakan kadar garam (sodium) dapat menyebabkan resiko tekanan darah tinggi dan resiko yang lebih fatal lagi yaitu dapat menyebabkan serangan jantung.
  2. Kebiasan makan anak-anak dapat berlanjut terus sampai mereka beranjak dewasa, dan kebiasaan ini berlangsung terus menerus sehingga dapat mempengaruhi kesehatan mereka.

Nah buat yang ingin menghindari garam saya mencoba mencari tips-nya sebagai berikut:

Berikut ini beberapa tips untuk mengurangi pengkonsumsian garam sehari-harinya :
  1. Kurangi kadar garam yang terdapat di dalam resep-resep makanan. Misal nya di dalam resep tertulis untuk membubuhkan garam satu sendok teh, kita bisa mengurangi setengahnya ato seperempatnya.
  2. Jangan letakkan garam di meja makan Anda, hal ini bisa menghindari keinginan kita untuk menambahkan garam ke dalam makanannya.
  3. Cek label nutrisi yang terdapat dalam setiap kemasan makanan yang anda beli. Dengan demikian anda akan terbiasa mengetahui kandungan garam yang terdapat dalam setiap makanan seperti yang terdapat dalam sereal, roti, makanan kaleng, makanan beku dan makanan-makanan lainnya.
  4. Belilah produk makanan yang mengandung kadar garam yang sedikit.
  5. Makanlah sayuran dan buah-buahan segar
  6. Ganti garam dengan bumbu-bumbu lain yang dapat memberikan rasa yang enak walaupun tanpa menggunakan garam sekalipun, misalnya dengan penggunaan rempah-rempah atau rasa pedas pada makanan

Tapi artian mengurangi di sini jangan diartikan menghilangkan garam sama sekali dalam setiap menu harian anda (kecuali mungkin yang diet khusus saja, itu pun setelah diet makan lah garam lagi dalam porsi yang tepat).  Menurut ahli kesehatan, Zeenia F Baria, ada banyak kesalahpahaman dalam hal asupan garam. Kelebihan dan kekurangan garam ternyata sama bahayanya.

Sebab, misalkan saat ini garam dianggap sebagai ‘biang keladi’ kegemukan sehingga makin banyak orang yang menyadari bahaya asupan garam berlebih. Namun masalahnya, tidak sedikit orang juga yang secara ekstrem tidak mengonsumsi garam sama sekali. Padahal pemikiran makan tanpa garam sama sekali adalah salah kaprah.

Lantas, seberapa pentingkah pembatasan garam?

“Garam, umumnya terdiri dari natrium dan klorin (natrium klorida). Anggapan garam dapat membahayakan kesehatan memang tidak salah, dan kandungan natrium klorida bisa didapatkan dari makanan lain. Namun, penelitian menunjukkan, sekitar 80 persen dari populasi manusia akan mendapatkan manfaat dari garam secara optimal dari garam alami. Jika tubuh kekurangan garam, kondisi ini bisa menyebabkan kantuk, depresi, kejang bahkan koma. Bahkan penderita hipertensi diperbolehkan mengonsumsi garam, asalkan tidak berlebihan,” kata Dr Surase.

Hal senada juga disampaikan kardiolog, Dr Shantanu Deshpande, yang mengungkapkan garam sangat penting untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh kita.

“Porsi normal garam sebesar 2.300 mg (sekitar 1 sendok teh garam). Namun, masih banyak orang juga mengonsumsi garam lebih dari porsi itu. Biasanya, konsumsi garam berlebihan diekskresikan dalam urin. Tapi, hampir 50 persen dari individu, ginjalnya tidak dapat menangani kelebihan natrium dari garam. Kondisi inilah yang bisa mengakibatkan peningkatan tekanan darah, yang sering terjadi pada manula atau penderita diabetes.”

Karena itu, intinya adalah bagaimana memulai mengonsumsi garam dalam porsi ideal, agar tubuh kebal dari penyakit.

yah paling tidak bagi saya sih mengurangi garam sama dengan mengurangi cemilan kesukaan saya yang asin-asin itu (snack, kripik, gorengan,hehehe). Jadi kalau saya mengurangi garam = mengurangi jajan…ya lama-lama bisa turun juga kayaknya berat badan ini!

😀

eh sebentar, ternyata kesimpulan yang saya buat ada benarnya juga, dilihat dari kutipan artikel berikut ini:

Dikutip dari Livestrong, Senin (27/12/2010), alasan lain mengapa garam bisa memicu berat badan meningkat adalah jenis makanan yang biasanya dibumbui garam. Kebetulan, makanan yang sering menggunakan garam dalam jumlah banyak adalah makanan dengan jumlah kalori tinggi seperti makanan cepat saji. Kentang goreng, ayam goreng dan berbagai saus pasta dan teriyaki umumnya mengandung banyak garam untuk menguatkan rasa. Karena itu selain memicu hipertensi, jenis makanan cepat saji juga terkenal sebagai pemicu utama obesitas.

 

Nah, jadi itulah mengapa garam perlu dikurangi, karena kebanyakan makanan yang bergaram itu enaak di lidah awam kita ini!

 

Sumber

http://www.kafebalita.com/content/articles/read/2008/07/pentingnya-diet-garam-bagi-kesehatan/395

http://www.conectique.com/tips_solution/diet_nutrition/nutrition/article.php?article_id=5629

http://kosmo.vivanews.com/news/read/173753-efek-kekurangan-dan-kelebihan-asupan-garam

http://health.detik.com/read/2010/12/27/093159/1533107/766/batasi-konsumsi-garam-jika-tak-ingin-gemuk

4 thoughts on “Diet ala Saya (part.3) -teorema diet pantang makan garam-

  1. Trus mana hasil diet dari Pare?
    Sudah kesana lagi blum?
    Review update terbaru dunk… kan udah lebih 2minggu🙂
    Ntar lek ada efek saya mau bawa istri saya ben langsing juga😀

  2. aq adalah salah satu penggemar bu kadek, dulu aq bsa sampe’ turun 10 kg dlm waktu 2 bln, seneng bgt….
    trus kapan hari bu kadek sempat praktek di kota Malang, giliran sya mau berdiet ria ( krn hbs melahirkan ) eee….bu kadek nya sdh gak praktek di Malang lagi
    btw, byk teman2ku yg turunnya gila2an, ada yg sampe 25 kg, gila nggak…..
    tpi bagaimanapun tetep butuh perjuangan
    kapan ya…bu kadek come back again ke malang, jdi biar gak jauh2

  3. Halo mbak, salam kenal ya, saya nemu posting ini karena sedang penasaran mengapa di banyak menu diet menganjurkan tanpa garam. Postingnya jelas banget.. Bikin ga penasaran lagi, dan juga dapat pencerahan baru tentang garam.

    Next, saya pribadi mau coba diet tanpa garam, dan pastinya dietnya lebih semangat karena udah ada bekal pengetahuan baca di sini.🙂

  4. q dl jg pernah diet ke bu kadek 4th yg lalu,q bs trun bb 12 kg dlm 1 bln lho…jd dr bb 59 trun jd 47.waw lgsung l0nggar smw bju2 kuliahq.bli bju2 bru lg deh yg lbh kcil.rncna besok mo mlai diet lg scr q biz melahirkan..mga brhasil lg deh,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s