Bras and Broomsticks

Kali ini kelinci coklat akan mereview buku bacaan Teenlit karya Sarah Minowsky, judulnya Bras and Broomsticks. Ceritanya tentang Rachel, gadis biasa (karena menurutnya keahliannya hanya pada bidang Matematika) di SMA JFK tapi amat-sangat menginginkan menjadi cewek populer di sekolahnya. Hal ini disebabkan dua hal, pertama karena ia sangat menyukai Raf (yang termasuk anak populer) dan kedua, ingin berteman kembali dengan sahabat masa kecil-nya, Jewel (saat SMA Jewel menjadi anggota anak populer juga). Setiap hari ia menceritakan impiannya pada sahabatnya, Tammy, yang sama-sama anak biasa juga.

Namun setelah mengetahui bahwa Miri, adiknya memiliki bakat sihir yang diturunkan ibunya, maka Rachel berusaha sekuat tenaga merayu adiknya untuk menggunakan sihir untuk mencapai impiannya itu. Miri menolak karena sang ibu menginginkan Miri untuk belajar ilmu sihir selama satu tahun sebelum menggunakannya, itupun dengan catatan saat keadaan terpaksa, karena ibu mereka ingin Miri hidup sebagai anak normal bukan sebagai penyihir.

Keadaan berpihak pada Rachel saat ayah mereka (yang sudah bercerai dengan ibu mereka beberapa tahun lalu) akan menikahi seorang wanita yang tidak mereka sukai, yang disebutnya sebagai STB (soon-to-be-mom). Miri akhirnya menyetujui untuk menggunakan mantera sihirnya untuk membatalkan rencana pernikahan ayahnya. Keuntungan berada di Rachel, yang mendapat uji coba sihir pertama Miri, yaitu ramuan-penari. Dengan ramuan tersebut Rachel mampu menari dan memiliki bakat untuk menjadi model peragaan busana di sekolahnya.

Keinginan Rachel tercapai. Dengan kemampuan yang diperoleh dari sihir maka dia dapat menjadi anggota anak populer di sekolahnya. Dia menjadi anggota club model, mendapat berbagai undangan pesta anak populer serta mampu menarik perhatian Raf, pujaan hatinya. Namun di sisi lain, lama-kelamaan dia malah melupakan sahabatnya selama ini, Tammy. Sementara itu rencana untuk menggagalkan pernikahan ayahnya dan STB terus dijalankan.

Masalah datang saat berbagai rencana yang mereka susun untuk ayahnya gagal, sehingga Miri menggunakan mantera-cinta, untuk membuat ayah mereka kembali mencintai ibu mereka. Namun saat mantera tersebut berhasil, ibu mereka mengetahuinya. Ibu mereka marah besar dan membuat mantera untuk menghapus semua mantera yang pernah dipergunakan Miri.

Masalah ini menjadi semakin besar karena pembatalan mantera dilakukan tepat pada hari-H peragaan busana SMA JFK, tepat saat semestinya Rachel membuktikan kemampuannya. Pembatalan mantera-menari Rachel menyebabkan seluruh acara peragaan busana menjadi kacau balau. Semua model (anak populer) menyalahkan dan memaki Rachel. Dan Rachel menjadi bahan tertawaan di atas panggung.

Sementara itu akhirnya pernikahan ayah Rachel dan STB tetap dilangsungkan, karena ternyata memang STB sebenarnya ibu tiri yang baik. Sikapnya yang jahat selama ini kepada Rachel dan Miri hanyalah akibat kekhawatiran takut kehilangan ayah mereka.

Saat-saat itulah Rachel menyadari pula, bahwa teman-teman populernya hanyalah teman semu belaka. Mereka baik hanya di saat Rachel mampu menari saja, saat kemampuannya hilang, tak ada satupun dari mereka masih menganggap Rachel teman, termasuk Jewel. Di saat itu pula Rachel menyadari, hanya Tammy sahabatnya yang paling setia. Sejak saat itu Rachel membuang keinginannya untuk menjadi anak populer dan dia siap kembali menjadi anak biasa di sekolah. Namun ternyata masih ada satu kebahagiaan untuk Rachel, karena ternyata selama ini Raf menyukainya apa adanya, bukan karena kemampuannya dalam menari.

REVIEW

Cerita di buku ini cukup simpel, ringan untuk dibaca di waktu senggang. Khayalan khas cewek SMA, menjadi anak populer di sekolah (atau di buku ini menggunakan istilah A-List, urutan anak teratas di sekolah). Menjadi yang paling cantik dan keren di sekolah, dan dikelilingi oleh teman-teman yang populer juga. Bahkan kelinci coklat pun dulu memikirkan hal yang sama dengan Rachel, sampai segala ekstra kulikuler diikuti (mulai dari OSIS, KIR, Basket dan Majalah) supaya nama kelinci coklat nampang dimana-mana, hehee..

Memang ada satu yang perlu diingat, seringkali kita memiliki banyak teman, tapi sulit untuk membedakannya. Mana teman yang ikhlas menemani kita atau teman yang hanya ada di sisi kita saat senang saja. Karena terkadang, saat kita terlihat memiliki segalanya (kaya, pintar, cantik dan lain-lain) akan banyak teman yang menghampiri. Sementara saat kita sedang membutuhkan bantuan, hanya sedikit saja yang datang. Itulah yang membedakan, sahabat sejati atau bukan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s