Tugas Perencanaan Industri Kecap .02

PENENTUAN LOKASI PABRIK KECAP

Sebagai salah satu bahan utama proses pembuatan kecap, tentunya lokasi penghasil kedelai turut menetukan dimana lokasi pabrik kecap. Daerah utama penghasil kedelai di Indonesia adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan Nusa Tenggara Barat. Sehingga pabrik kecap “Lezat” akan berada pada propinsi tersebut, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai lokasi yang paling memudahkan untuk sumber daya manusia, fasilitas lokasi pabrik serta  jarak transportasi terbaik. Lokasi pabrik kecap “Lezat” dipilih di kawasan industri Sidoarjo. Dengan faktor letak yang berada pada daerah sub urban sehingga lahan yang tersedia cukup untuk pendirian pabrik kecap. Selain itu karena kebanyakan pemasok kedelai ada di kabupaten-kabupaten di Jawa Timur sehingga memudahkan transportasi untuk bahan baku. Lokasi di Sidoarjo juga memudahkan transportasi untuk pemesanan kemasan dari perusahaan kaca (untuk pemesanan botol kaca), perusahaan plastik (untuk pemesanan botol plastik dan kemasan sachet) serta perusahaan label kecap. Selain itu di Sidoarjo juga tersedia cukup banyak tenaga kerja. Lokasi yang berdekatan dengan Surabaya sebagai ibukota Jawa Timur juga memudahkan untuk proses distribusi ke ibukota dan kota-kota di Jawa Timur yang berpenduduk padat sebagai sasaran konsumen.

 

PROSES PRODUKSI

Pada proses produksi tentunya dibutuhkan mesin-mesin yang digunakan untuk proses manufaktur kecap. Pada tahap awal produksi digunakan mesin-mesin dengan skala usaha madya, yang sesuai dengan modal awal. Mesin-mesin yang dibutuhkan untuk produksi kecap ini adalah sebagai berikut :

Gambaran singkat dari proses produksi kecap adalah sebagai berikut :

1.                   Pemeriksaan material

Bahan baku utama yang dibutuhkan untuk produksi kecap adalah kedelai dan gula merah. Untuk mendapatkan material ini pabrik bekerja sama dengan daerah-daerah penghasil kedelai dan gula merah. Kerja sama dilakukan antara perusahaan dan petani-petani sehingga setiap minggunya hasil panen akan dikirim ke perusahaan. Material yang datang selanjutnya akan diperiksa ulang untuk memilih kedelai-kedelai yang baik agar mutu kecap terjamin.

2.                   Pemrosesan awal bahan baku

Untuk bahan baku kedelai akan dimasukkan dalam mesin pengupas kedelai, sehingga didapatkan kedelai yang siap untuk diproses pada proses selanjutnya. Setelah itu  dilakukan proses perebusan dan penghancuran sampai kedelai menjadi lunak  dan dikembalikan ke suhu normal. Kemudian dilakukan proses fermentasi dengan menjaga kondisi kedelai pada suhu ruang (antara 25ºC- 30ºC)

3.                   Pemrosesan kecap

Setelah kedelai siap untuk proses selanjutnya, maka kedelai tadi masuk ke mesin pemroses dan dimasak dengan bahan-bahan bumbu kecap yang memberi cita rasa berbeda (khas) pada kecap “Lezat”.

4.                   Proses pengisian pada kemasan

Perusahaan kecap “Lezat”  bekerjasama dengan pemasok bahan kemasan, baik dari perusahaan kaca maupun plastik. Setelah kemasan datang dari pemasok dan dilakukan pengendalian kualitas barang yang dipesan, maka dilakukan pengisian larutan kecap ke dalam kemasan botol maupun plastik.

5.                   Proses Labelling dan Pengepakan

Setelah produk kecap melalui proses peckeging maka selanjutnya adalah proses pemberian label pada kemasan. Setelah itu produk dikemas dalam kemasan kardus dan masuk ke ruang storage produk jadi, siap untuk dipasarkan.

 

PROSES DISTRIBUSI

Proses distribusi dilakukan oleh manajemen yang diatur dari kantor pemasaran. Dari Sidoarjo, kecap “Lezat” akan didistribusikan ke kabupaten-kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada tahap awal. Pada setiap kabupaten akan terdapat cabang distribusi sehingga memudahkan pengawasan pasar di setiap kabupaten, juga memudahkan untuk promosi atau program khusus yang terkait dengan promosi.

 

 

One thought on “Tugas Perencanaan Industri Kecap .02

  1. “Kecap Dari Tetes Tebu”

    Tetes tebu adalah sisa hasil pengolahan tebu menjadi gula, selama ini tetes tebu masih dianggap sebagai limbah yang dibuang begitu saja, akan tetapi ada juga memanfaatkanya sebagai bahan campuran makanan ternak, sebagai pupuk dan dibuat bumbu masak/ penyedap masakan, seperti MSG (Monosodium Glutamat).

    Disini sya mau menjelaskan memanfaatkan tetes tebu sebagai sebagai bahan pembuat kecap karena secara fisik bentuknya mirip dengan kecap, yaitu warnanya coklat kehitaman,
    kental, rasanya manis keasaman dan baunyapun mirip dengan kecap manis. Karena tetes tebu adalah sisa hasil pembuatan gula, maka secara ekonomis
    harganya murah dan untuk mendapatkan juga mudah, karena di Indonesia banyak terdapat pabrik gula yang pasti menghasilkan molases/ tetes tebu.

    Tujuan
    Memberi wawasan masyarakat untuk berwirausaha dengan menerapkan ilmu yang didapat di sekolah khususnya bidang studi ekomomi (Teori produksi
    dan pemasaran) dan bidang studi kimia (penetralan).

    Pelaksanaan
    Untuk membuat kecap asin rasa udang atau rasa ikan, langkah–langkahnya sama dengan kecap manis rasa udang atau rasa ikan, tetapi kandungan garamnya ditambah atau ikan asinya ditambah.
    Secara prinsip tahapan pembuatan kecap tetes tebu meliputi tahap pembuatan bumbu, peneteralan tetes tebu, pemasakan/ perebusan tetes tebu dengan bumbunya dan penambahan bahan penambah protein setelah itu dilanjutkan dengan pengemasan.

    Secara rinci langkah–langkah pembuatanya adalah sebagai berikut :

    Pembuatan bumbu :
    Bawang putih dan ketumbar dihaluskan dengan menggunakan cobek, Gula merah diiris–iris.

    Peneteralan tetes tebu :
    Tetes tebu dinetralkan dengan memberi air kapur tohor/ air gamping dan diaduk–aduk hingga PH mencapai 6/ 7

    Pemasakan / perebusan
    Bumbu–bumbu yang sudah dihaluskan dan gula merah yang diiris–iris dicampur dengan tetes tebu dalam panci kemudian dididihkan sambil diaduk–aduk untuk meningkatkan kandungan protein ditambahkan kaldu ikan atau udang yang
    sudah direbus, panaskan terus di atas kompor dengan api kecil sambil diaduk–aduk selama kurang lebih 20 menit, setelah itu diangkat dan didinginkan
    lebih kurang 40 derajat celcius.

    Pengemasan
    Botol diseterilkan dengan cara dikukus atau direbus kurang lebih 1 jam Kecap dimasukkan dalam botol dan ditutup
    Botol yang sudah diisi diseterilkan kembali dengan cara dikukus
    Pemasangan segel dengan cara membenamkan ujung botol beserta segel ke dalam air panas.

    Pemasangan label.
    Kegiatan ini tidak hanya sekedar mengajarkan cara pembuatan kecap dari tetes tebu tetapi bagaimana mengemas yang baik hingga ketahap pemasaran
    hingga studi kimia.
    Kegiatan ini sangat menyenangkan karena masyarakat bisa membuat sendiri kecapnya sekaligus bisa memasarkan langsung ke penjual makanan yang
    banyak terdapat di lingkungan sekolah seperti, tukang bakso, penjual pangsit ayam, penjual sate dan penjual batagor adapun harga jual perbotol Rp.4.000.
    Para kelompok saling “bersaing” untuk
    memasarkannya, karena ada kebanggaan tersendiri apabila hasil produksi kita digunakan orang lain.
    Hasilnyapun tidak kalah enak dari kecap yang biasa.

    Hasil yang diharapkan
    – Memberi wawasan Bagi maasyarakat bahwa kecap tidak hanya terbuat dari kedelai tetapi bisa juga dari tetes
    tebu.
    – Bagi lingkungan dan masyarakat sekitar
    menciptakan lapangan kerja dan mengurangi jumlah pengangguran.

    Salam
    By Wahyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s