Ratatouille

 

Film animasi ini menceritakan impian Remy, seekor tikus yang memiliki cita-cita ingin menjadi juru masak. Sejak awal, tikus yang satu ini memang unik, selalu tertarik terhadap masakan. Seperti manusia yang jatuh hati pada dunia memasak, ia juga antusias terhadap acara di televisi yang menayangkan demo memasak. Juga, membaca buku tentang masakan. 

Suatu hari, ia menyadari bahwa rasa itu unik. Satu dengan yang lainnya berbeda. Namun perpaduan antara rasa-rasa itu dapat menambah kelezatan sebuah makanan. 

Tetapi nasib apes sebagai seekor tikus, sang manusia tidak rela akan kehadirannya. Tikus yang identik dengan kotoran itu selalu menjadi musuh. Dor.. Dor.. Dor.. tembakan mengarah kepadanya. 

Ia berusaha menyelamatkan diri. Tidak hanya dirinya malah, seluruh keluarga akhirnya terusir dari rumah seseorang dan melarikan diri dengan menaiki ‘perahu’. 

 

Di lorong sungai, tikus hitam itu berpisah dengan keluarganya. Ia terdampar pada suatu tempat yang asing. Hanya buku memasak yang ia curi dari manisia yang menemainya. Yang aneh, buku yang memuat gambar seorang koki terkenal itu dapat berbicara dengannya. 

“Lihatlah di sekitar,” saran sang koki. Akhirnya, ia mengikuti saran itu. “Ini adalah kota Paris,” ia dapat melihat menara Eiffel. Sebuah restoran megah berada di depannya –restoran yang membuatnya kagum: Gusteau’s Restorant. 

Di balik jendela, ia melihat seseorang pemuda yang baru saja melamar pekerjaan sebagai pembantu juru masak di sana. Si pemuda itu terlihat bodoh dan tidak pandai dalam urusan rasa. Dan benar, ketika ia memasukkan bumbu-bumbu, semua tidak cocok untuk sebuah masakan bernama sup. Naluri memasak si tikus itu pun keluar. 

Ia berusaha memperbaiki apa yang telah pemuda itu lakukan. Ia berjuang untuk menyelamatkan rasa sup itu walau dengan usaha yang keras. 

Aksinya tidak panjang, ia ketahuan oleh pemilik restoran. “Tangkap!,” teriaknya. Dengan sigap, sang pemuda itu menangkapnya dan memasukkan dalam sebuah toples. “Bunuh dia,” perintah sang bos. Pemuda itu kemudian membawanya untuk dibuang ke sungai. 

Sang pemuda yang putus asa itu pun heran, ketika ia akan menjatuhkan tikus itu ke sungai, binatang kecil itu ternyata bisa mengerti keluhannya. “Apakah saya dapat memasak?” tanyanya. Sang tikus menggelengkan kepala. 

Tikus itu kemudian menunjukkan kalau dirinya bisa memasak. 

Di rumah sang pemuda, akhirnya si tikus menemukan cara bagaimana ia bisa memanfaatkan pemuda itu untuk memasak. Caranya, ia berada di kepala dan menarik rambut untuk menggerakkan tangan sang pemuda. Ia berlatih secara keras dan akhirnya bisa menguasai ‘setir’. 

Sang pemuda itu menyajikan masakan-masakan yang dipesan. Masakannya mendapatkan pujian. 

Karena memang tidak bisa memasak, kelebihannya dalam mengombinasikan rasa membuat orang penasaran. Di sinilah akhirnya timbul masalah. Si bos berusaha mencari tahu siapakah yang membantu sang pemuda itu? Dan jawaban terkuak, ternyata seekor tikus yang bersembunyi di kepala. 

Suatu hari, ia pun akhirnya harus berterus terang terhadap kekasihnya, bahwa yang memasak bukanlah dirinya tetapi seekor tikus. Sang kekasih itu begitu terkejut dan merasa dikhianati. Ia pun meninggalkan pemuda itu dengan marahnya. 

Dan… Tikus itu kemudian terusir dari restoran. “Tikus hanyalah tikus,” keluh si tikus –tak bisa menjadi koki. 

Suatu ketika, di saat si tikus itu hilang dari pemuda, sang pemilik restoran itu dihadapkan situasi sulit. Ada seorang pengkritik makanan menantangnya untuk membuat masakan khusus –dan ia tidak tahu makanan apakah yang dipesan itu, apalagi dengan perginya sang tikus pemasak. 

Tikus itu akhirnya kembali. Sang penikmat makanan itu memuji masakannya pada sebuah review di surat kabar. Si tikus telah menyelamatkan nama besar restoran 

Karakter : 

 

 

 

 

 

 

 

RESENSI FILM ALA KELINCI COKLAT 

Film ini bersetting di Paris, Perancis -tempat konon makanan-makanan hebat berasal- (kelinci coklat bilang kaya gini coz belum pernah pergi ke sana, heheee). Dan di sana terdapat restoran milik Gusteau yang terkenal, yang makanannya mendapat pujian dari banyak pihak, serta buku masakan dan pepatah-semboyannya yang terkenal, “anyone can cook“. Kecuali seorang kritikus makanan yang sangat tidak menyukai Gusteau bernama Anton Ego yang selalu membuat kritik pedas untuk restoran itu. 

Sementara itu di desa kecil tinggallah Remi dengan masalah yang selalu terbayang di benaknya. Remi menceritakan problem hidupnya seperti ini, ” This is me. I think it`s apparent. I need to rethink my life a little bit. First of all, I`m a rat.Which mean life is so hard. And second, I have a highly developed sense of taste and smell.” Bakatnya ini menjadikannya sebagai food checker di clan-nya.  

Hal yang unik dari si tokoh utama tikus -Remi- yang memiliki kemampuan penciuman yang tajam (yang sempat memberikannya job khusus untuk mendeteksi racun pada calon makanan teman-temannya). Kemampuan Remi sangat bagus dalam membau bahan-bahan masak yang menjadi komponen pada suatu makanan. Keren sekali bukan kalau kelinci coklat juga bisa nebak bahan apa aja yang ada dalam makanan A, B ato C cukup dengan menghirup aromanya saja? Bayangkan tikus yang dianggap jorok, kotor dan hewan menjijikkan ternyata memiliki selera tinggi dalam menemukan bahan-bahan masakan berkelas untuk dijadikan makanan enak. 

Remi tidak suka mencuri makanan seperti clan-nya. Ia hanya ingin memakan makanan yang bersih dan dalam kondisi layak saja.  Ia tidak setuju pendapat ayahnya yang mengatakan bahwa, “Food is fuel. You`ve got picky about what you put on your tank, you will die.” Hal yang amat berbeda dari sudut pandang Remi yang sangat menyukai tokoh Gusteau yang sering dilihatnya di televisi. Ia menghargai pandangan Gusteau soal masakan, ” Good food is like music you can taste, color you can smell.There is excellence all around you. You need only be aware to stop and savor it.” 

Sementara  Remi sibuk membayangkan tiap cita rasa makanan yang dibau-nya, dia membenarkan pendapat Gusteau, ” Each flavour was totally unique. But combine one flavour with another… and something new has created.” Remi kemudian mendapat semangat dari kalimat-kalimat Gusteau yang dilihatnya di televisi. “This is about your cooking. Great cooking is not for faint your heart. You must be imaginative, strong hearted. You must try  things that may not work. And must not let anyone to define your limit because of where you came from. You limit is your soul. Waht I say was true. Anyone can cook. But only fearless can be great.” 

Sampai nenek pemilik rumah yang sadis terkejut melihat tikus dan berkeinginan menembak seluruh tikus (clan Remi) yang ada di atap rumahnya. 

Sehingga akhirnya Remi terdampar di Paris dan menemukan kenyataan bahwa Gusteau sudah meninggal dan restorannya dikelola Skinner yang licik. Walaupun awalnya sedih karena kelaparan dan terpisah dari keluarganya, tapi dia terkejut saat hantu Gusteau mendatanginya dan memberi semangat pada Remi untuk menjadi koki hebat. “If you focus on what you`ve left behind, you`ll never be able to see what lies behind.” Itu adalah awal mula Remi mengenal restoran Gusteau dna bertemu tukang sapu dapur bernama Linguini, yang sama sekali tidak bisa memasak tetapi telah menghancurkan masakan seorang koki di dapur. Dengan bakat Remi maka masakan yang hancur itu dapat tertolong dan malahan masakan tersebut mendapat pujian dari pengunjung. 

Akibatnya semua koki di dapur menganggap Linguini memiliki bakat memasak dan menjadikannya koki di sana. Karena sama sekali tidak bisa memasak, maka Linguini bekerja sama dengan Remi (yang disebut Linguini sebagai little chef ) dengan cara Remi bersembunyi di topi koki Linguini dan menyetir seluruh gerakan Linguini saat memasak. 

Kehidupan Remi pun berubah. Dia menjadi koki secara tidak langsung dengan menyetir Linguini. Dia juga belajar dari koki yang lain seperti Collete yang mendapat tugas dari Skinner untuk mengajari tugas-tugas koki di restoran. Collete adalah seorang koki wanita yang amat mengagumi Gusteau, mengikuti seluruh resep-resep yang telah diciptakan Gusteau, keras dan cukup judes. 

Walaupun lama-kelamaan kedok Linguini pun terancam terbongkar. Dan saat  itu pula terdapat rahasia besar yang selama ini disembunyikan Skinner, bahwa ia mengetahui dari surat seorang wanita dilengkapi data tes DNA yang mengatakan bahwa Linguini adalah anak Gusteau. Hal inilah yang menyebabkan Skinner berniat menjatuhkan karir Linguini dan sang little chef.

Namun kebenaran terbongkar sehingga akhirnya Linguini menjadi pewaris sah restoran Gusteau dan menyebabkan Skinner terusir dan semakin berniat menghancurkan karir Linguini.

 

Lalu suatu ketika Linguini bertengkar dengan Remi yang membuat Remi pergi dan bingung memutuskan apa tindakan yang harus dilakukannya. Karena saat bersamaan ayah Remi datang dan mengajaknya untuk hidup kembali layaknya tikus normal yang bermusuhan dengan manusia. Namu Remi malah berkeinginan untuk tidak menggunakan hidupnya secara sia-sia dengan terkena resiko racun atau penjebak tikus karena hidup sebagai tikus pencuri makanan manusia. Ia ingin memilih jalan hidup lain sebagai koki. Ia berkata. “the future is… not can only be more for this. Change is nature, the part that we can influence. And it`s start when we decide. So with luck, go forward..” 

 Akhirnya Remi kembali pada Linguini. Dan saat Linguini akhirnya menceritakan semua kebenaran bahwa selama ini dia tidak pernah bisa memasak, seluruh koki di restoran pergi dan tidak ada yang bersedia membantu Linguini memasak lagi. Di saat Linguini sendiri itulah ayah Remi datang membawa semua clan-nya untuk membantu Remi memasak di restoran tersebut. Bahkan Collete yang semula marah datang pula untuk membantu Linguini memasak. 

Sampai akhirnya Anton Ego datang untuk menantang Linguini membuatkan suatu masakan yang mampu membuatnya terkesan. Ini adalah kesempatan terbaik restoran Gusteau untuk memulihkan nama-nya sekaligus resiko terburuk apabila Ego kembali membuat kritik yang mampu menghancurkan status bintang  dan kepopuleran yang sudah dicapai restoran Gusteau saat Linguini menjadi chef di sana.

Sehingga akhirnya Remi memilih menyajikan sup Ratatouille pada Ego… yang mampu membangkitkan ingatan masa kecil Ego. Dan yang mengejutkan adalah Ego memberikan kritik yang menyenangkan bagi restoran Gusteau.

In many ways, the work of a critic is easy. We  risk very little yet enjoy the position over those  who offer up their work dan their selves to our judgement. We thrive on negative criticism which is fun to write and to read. But the bitter truth we critics must face is that in the grand scheme of things the average piece of junk is probably more meaningful than our criticism designating it so.

But there are times when critics truly risk something and that is in the discovey and defense of the new. The world is often unkind to new talent, new creation. The new needs friends.

Last night I experienced something new. An extraordinary meal from a singularly unexpected source. To say that both of meal and its maker have challenged my preconception about fine cooking is a groos understatement. They have rocked me to my core. In the past, I have made no secret of of my disdain for Chef Gusteau famous motto ,’anyone can cook’. But I realize only now do I truly understand what he want. Nor everyone became an great artist, but great artist can come from anywhere.“

Walaupun setelah itu restoran Gusteau tetap harus ditutup karena ketahuan menyembunyikan tikus di dapurnya. Sementara Ego dianggap menurun kredibilitasnya akibat kritiknya yang dianggap kurang objektif.

Akhirnya Linguini dibantu Collete dan Remi mendirikan restoran baru di pinggir kota bernama La Ratatouille. Dengan Ego sebagai pelanggan setia restoran mereka.

 

*Kelinci coklat paling suka dengan kalimat nasihat sang koki,  “Anyone can cook” . Tak peduli seorang manusia, ataupun hewan pengerat yang dianggap kotor seperti tikus sekalipun memiliki kesempatan yang sama untuk bisa memasak. Seperti halnya semua pekerjaan atau kemampuan kita. Semua orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Semua orang berhak mewujudkan cita-citanya. Dan tidak ada yang tak mungkin untuk sesuatu yang kita inginkan, asalkan kita mau mencoba dan berusaha…

*Kelinci coklat juga suka dengan penggambaran setting Prancis-nya🙂

 

 

Makanan spesial di film ini? tentu saja Ratatoullie, (dari bahasa Perancis dilafazkan sebagai /ʁataˈtuj/) adalah sebuah makanan Perancis provençal yang berasal dari daerah Nice. Kata ratatouille berasal dari touiller yang artinya adalah “melempar makanan”. Dalam bahasa Perancis oleh karena itu makanan ini umum disebut sebagai ratatouille niçoise

Makanan ini adalah semacam semur yang terdiri dari berbagai macam sayuran dan biasanya dimakan dengan nasi, kentang atau roti Perancis. Makanan ini aslinya adalah makanan para petani miskin yang dimasak pada musim panas dengan sayuran musim panas. 

Isinya adalah courgette atau zucchini (semacam ketimun), tomat, cabai merah dan hijau, bawang dan bawang putih. Seringkali ratatouille yang dikenal sekarang menambahkan terong. 

Ratatouille Perancis dihidangkan begini saja atau dengan nasi, kentang atau roti. Biasanya dihidangkan sebagai makanan makan siang dengan roti. Biasanya juga disertai dengan masakan kentang sebagai pelengkap. Biasanya hanya dihidangkan sebagai makanan samping saja. Semua isi makanan ini ditumis memakai minyak zaitun

Ini dia resep masak-nya 

Bahan Ratatouille (Sup Sayuran Prancis Selatan) : 

* 400 gram bawang bombai
* 1 kg terung ungu
* 1 kg zucchini
* 900 gram paprika merah
* 10 sdm minyak zaitun
* 700 gram tomat, potong empat
* 25 lembar basil
* 20 gram bawang putih, iris tipis
* garam secukupnya
* lada bubuk secukupnya 

Cara Membuat Ratatouille (Sup Sayuran Prancis Selatan) : 

1. Kupas bersih bawang bombai. Potong menjadi dua bagian, iris melintang.
2. Bersihkan terung, buang ujung batangnya. Potong memanjang dan melingkar menjadi tiga bagian, bentuk dadu.
3. Bersihkan zucchini, buang ujung batangnya. Potong memanjang dan melingkar menjadi dua bagian, bentuk balok.
4. Buang bagian dalam paprika merah, potong melingkar sekecil mungkin.
5. Panaskan 2 sdm minyak zaitun di dalam wajan, tumis bawang bombai hingga layu. Tambahkan garam dan lada bubuk secukupnya, aduk rata. Angkat dan sisihkan. Secara bergantian, tumis paprika merah,zucchini, tomat, dan terung ungu.
6. Campurkan semua bahan tumisan di dalam wadah saji, tambahkan basil dan bawang putih. Aduk rata. Tuang 8 sdm minyak zaitun dan tutupratatouille. Masak ratatouille di atas api sedang selama 20 menit.
7. Hidangkan selagi panas. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s