Mie Goreng

Mie Goreng, salah satu makanan populer di muka bumi ini. Namun sebelumnya perlu kita review dahulu asal-usul jenis makanan yang satu ini.

Mie merupakan salah satu jenis makanan yang paling populer di Asia khususnya di Asia Timur dan Asia Tenggara. Menurut catatan sejarah, mie pertama kali dibuat di daratan Cina sekitar 2000 tahun yang lalu pada masa pemerintahan dinasti Han.  Mie tersebut ditemukan pertama kali di Tiongkok, tepatnya zaman Dinasti Han Timur pada 220 SM.  Sejarah mi dibuktikan dengan ditemukannya sisa-sisa mi tertua di dunia yang tertimbun di tepi Sungai Kuning di situs arkeolog Lajia. Untaian mi sepanjang 50 cm itu diduga telah berusia 4.000 tahun.

Mie merupakan salah satu bagian dari tradisi masakan dan makanan dinasti di Cina. Salah satu   tradisi memasak ini adalah proses pembuatan adonan disebut 合并 (He Bing) atau ’penggabungan tepung dan air’. Menurut Edward Schaffer, Bing umumnya terbuat darin gandum namun ada juga yang terbuat dari beras. Sebelum disajikan biasanya direbus, dipanggang, digoreng atau dikukus. Yang termasuk dalam klasifikasi Bing adalah roti, kue, roti isi, bubur, pangsit, dan tentu saja mie.

Bahkan pada masa Dinasti Han (206SM – 226M), mie rebus mendapat tempat terhormat di istana digunakan sebagai menu utama yang sealu hadir dalam berbagai upacara kenegaraan, dikenal dengan nama 湯餅 tang bing (sup mi). Mie jenis ini biasanya juga disajikan pada acara menjelang musim panas atau 伏日fu ri. Bahkan pada era Dinasti Han khusus ada pejabat yang mengurus pembuatan mie, disebut 湯官 tang guan.

Pada era tersebut, muncul dua teknik pembuatan mi, yaitu 餑飥 botuo (adonan tepung dicampur daging, dicetak panjang sebesar ukuran ibujari) dan 水引shuiyin (teknik mi ditarik, dicetak panjang dan tipis).

Pada masa Dinasti Tang (618 – 907 M), dikenal jenis mie yang disebut mie panjang umur 長壽麵 chang shoumian, merupakan simbol panjang umur. Mie pada masa ini juga disebut sup mie ulang tahun 生日湯餅 shengri tangbing. Mi disajikan pada saat perayaan ulang tahun dengan harapan bahwa orang yang merayakan ulang tahun akan panjang umur. Mie terus berkembang disesuaikan dengan bahan dan teknik pembuatan. Mie pun tidak hanya menjadi makanan kalangan bangsawan Cina, tetapi juga menyebar luas di kalangan rakyat biasa.

Pada masa Dinasti Song (960–1279) mie kuah menjadi makanan kesukaan warga. Maka muncullah kedai-kedai, rumah makan yang menyajikan sup mie sebagai menu utamanya.

Mie sekarang yang lebih dikenal dengan 麵 mian (karakter lengkap) atau 面 (karakter sederhana). Karakter 麵 mian terdiri dari karakter 粉 fen ‘tepung’ dan面 mian ‘wajah’.  Variasi kata ‘mi’ muncul dalam beberapa karakter yaitu 麪, 麺, dan  靣.

Dari Cina, mie berkembang dan menyebar ke Jepang, Korea, Taiwan dan Negara- Negara di Asia Tenggara bahkan meluas sampai ke benua Eropa. Menurut buku-buku sejarah, di benua Eropa mie  mulai dikenal setelah Marco Polo berkunjung ke Cina dan membawa oleh-oleh mie.

Mie  pun berkembang di pelbagai wilayah dunia.  Pelbagai jenis mie dapat disejajarkan dengan beragam aneka masakan berbahan dasar mi, misalnya 粿条 gǔotiáo kwai tiu sejenis fettuccine (Itali), 沙河粉 河粉 Shāhé fěn atau héfěn sejenis spaghetti tipis, 米線 atau 米线 mǐxiàn sejenis spaghetti, 麵線 atau 宮麵 miànxiàn atau gōngmiàn dikenal sebagai misoa.

Di Indonesia, makanan cina yang banyak dijumpai adalah mie, pangsit, tim sum dan bakso. Penggunaan mie sebahagi bahan makanan di Pulau Jawa sudah ada sejak jaman Majapahit (1239 – 1527), karena istilah laksa (makanan sejenis bihun) muncul dalam sebuah piagam dengan angka tahun 1391.  Ragam masakan mi di Indonesia pun mengalamai modifikasi. Jenis-jenis masakan mi yang sering dikonsumsi misalnya laksa, kwetiao, mi goreng, me rebus, ifu mi, bihun, soun.

Aneka Jenis Mi

Secara umum mi dapat digolongkan menjadi dua, mi kering dan mi basah. Mi basah adalah mi yang belum dimasak (nama-men). Kandungan air yang tinggi pada mi basah menyebabkan produk ini cepat rusak dengan umur simpan 1 hari. Kategori kedua adalah mi kering (kan-men), seperti ramen, soba dan beragam mi instan yang banyak dijumpai di pasaran.

Berdasarkan bahan baku yang digunakan, mi dibagi menjadi:

  • Cellophane noodles (suun)

dibuat dari campuran tepung kentang dan tepung kacang hijau. Mi jenis ini sangat lunak teksturnya, cocok untuk olahan sop, suun goreng atau untuk isi pastel. Suun dijual dalam bentuk kering. Cara penggunaan: rendam di dalam air panas sampai lembut dan suun siap diolah menjadi berbagai macam masakan.

  • Mi Telur

dibuat dari tepung terigu jenis hard wheat dan diperkaya dengan telur. Biasanya dijual dalam kondisi kering dengan bentuk bulat maupun pipih.

  • Hokkien noodles (mi Hong Kong)

Bentuknya menyerupai mi telur bulat dan halus. Biasanya dijual dalam kondisi basah dalam kemasan kedap udara. Mi ini sangat cocok untuk dibuat mi goreng atau mi kuah.

  • Ramen (mi keriting Cina)

dijual dalam kondisi kering dalam kemasan mi instan. Sangat cocok diolah sebagai mi goreng atau mi kuah.

  • Rice stick noodles (kwetiau)

Tepung beras dan air. Di pasaran dapat kita jumpai dalam bentuk kering dan basah. Kwetiau sangat cocok untuk dibuat kwietiau goreng maupun kuah.

  • Somen noodles

Mi ini berasal dari Jepang, terbuat dari tepung gandum dan minyak. Teksturnya sangat lembut dan rasanya gurih. Somen dijual dalam bentuk kering, rupanya menyerupai lidi dan sangat rapuh. Cocok untuk masakan Jepang yang berkuah.

  • Soba noodles (mi Jepang)

Bentuknya hampir sama seperti mi somen namun warnanya keabu-abuan atau hijau tua (mengandung sari teh hijau). Biasanya dijual dalam bentuk kering, sangat cocok untuk hidangan mi kuah.

  • Rice Vermicelli (bihun)

dibuat dari tepung beras, warnanya putih bersih dan teksturnya sangat lembut. Mi ini sangat mudah matang jadi tidak perlu direbus, hanya perlu direndam dengan air panas. Biasanya dijual dalam bentuk kering dengan kemasan plastik. Cocok untuk campuran sup dan bihun goreng.

  • Misoa

Sejenis mi yang berasal dari Cina. Terbuat dari tepung beras, mi ini berwarna putih terang dan sangat mudah matang. dapat digunakan langsung di dalam masakan seperti sup atau sebagai snack seperti misoa goreng.

  • Wonton (kulit pangsit)

dijual dalam bentuk basah dalam kemasan plastik. Bentuknya segi empat, biasanya diolah dengan beragam isi, baik dikukus, direbus maupun digoreng.

Sesungguhnya seni menggiling gandum telah lebih dahulu berkembang di Timur Tengah, seperti di Mesir dan Persia. Logikanya mie juga mula-mula berkembang di sana dan diajarkan sebagai sebagai lembaran-lembaran tipis menyerupai mie.

Pada awalnya mie diproduksi secara manual, baru pada tahuan 700-an sejarah mencatat terciptanya mesin pembuat mie berukuran kecil dengan menggunakan alat mekanik. Evolusi pembuatan mie berkembang secara besar-besaran setelah T.Masaki pada tahun 1854 berhasil membuat mesin pembuat mie mekanik yang dapat memproduksi mie secara masal. Sejak saat itu, mie mengalami banyak perkembangan, seperti di Cina mulai diproduksi mie instant yang dikenal dengan nama Chicken Ramen dan di Jepang muncul Saparo Ramen (1962).

Ide mie instan pertama kali dicetuskan pendiri pabrik mie Nissin, yaitu Ando, seorang Jepang kelahiran Taiwan tahun 1911.  Pada saat  Ando  berumur 3 tahun ia ditinggal orang tuanya, sehingga harus membantu neneknya mengurus rumah. Jadi sejak kecil Ando belajar untuk menjaga toko, mencuci pakaian bahkan memasak. Hasilnya positif, ia jadi pintar masak-memasak, walaupun akhirnya  sekolahnya terlantar.

Menjadi pedagang adalah angan-angan Ando yang selanjutnya . Harta peninggalan ortunya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di Taiwan dan Osaka, jepang. Usahanya terbilang maju. Ia pun bisa kembali ke bangku sekolah menyelesaikan pendidikan yang sempat terbengkalai.

Namun kemudian ia dituduh korupsi dalam perdagangan senjata dan onderdil pesawat. Ia lantas dijebloskan ke bui. Setelah 2 tahun hidup di penjara, ia pun dibebaskan. Pada 1956, satu-satunya harta yang tertinggal adalah rumah.

Masa itu Amerika Serikat sedang gencar2nya menyumbangkan gandum ke Jepang yang sedang paceklik pangan. Harga terigu menjadi murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan rakyatnya mengonsumsi roti dan terigu sebagai pengganti nasi.

Melihat banyak orang melahap mie, di dekat Toserba Hankyu di Osaka, pikiran Ando terbuka. Mengapa tidak membuat mie dari terigu? Bukankah orang Jepang sangat menyukai mie Apalagi mie dirasa enak, murah, tahan lama, dan tidak sulit mengolahnya.

Ide  itu terus bergulir di benaknya. Hanya saja Ando  tidak mau membikin mie biasa yang sudah banyak beredar di pasaran. Ia ingin membuat mie bentuk lain yang enak, lebih cepat dan mudah diolah, serta gampang didapat dimana-mana.

Sekitar tahun 1958, Ando mulai mewujudkan impiannya dengan membeli mesin pembuat mie dan bereksperimen membuat mie instant di belakang rumahnya.  Mula-mula  mie digoreng agar lebih awet, gurih, dan cepat diolah. etelah itu Ando menimbang-nimbang rasa yang pas untuk kuah itu. Dipilihnya kuah ayam karena yang netral.  Kemudian Ando membawa contoh mie instannya ke sebuah toko serba ada. Ternyata semuanya ludes hari itu juga.

Emper rumahnya tak kuasa menampung pesanan yang terus meningkat. Ia memindahkan usahanya ke sebuah gudang kosong di Osaka. Di sana Ando membuat mie instant dibantu keluarganya. Sejak itu perusahaan-perusahaan besar berebut ingin menjadi penyalur mie instannya.  Desember 1958 Ando menamai perusahaannya Nissin Foods. Beberapa bulan kemudian ia pindah ke sebuah pabrik seluas  20.000m2.  Tahun 1960 ia membuka pabrik kedua, dan tahun berikutnya lahir pabrik baru lagi.

Meski mie instant laris manis,  Ando tak bosan bereksperimen untuk terus memperbaiki mutu. Bahkan Ando memiliki keinginan memperkenalkan dan menjualnya ke luar negeri. Untuk menjajaki kemungkinan itu, ia pergi berkeliling Eropa dan Amerika tahun 1966.  Di sana ia melihat orang makan mie dengan garpu, tanpa kuah dan memakai piring,  bahkan meyeruput mie yang dianggap  tidak sopan.

Ia juga mengamati ada kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas tanpa harus dimasak. Ada gelas kertas sekali pakai dan kertas almunium sebagai wadah kedap udara. Ando pun mendapat ilham membuat mie instant dalam wadah berbagan stereofoam, yang lantas ditutup rapat dengan lembaran aluminium. Mie gelas itu tidak perlu dimasak, cukup diseduh. Supaya tidak hancur terkocok, mie dibuat lebih tebal. Disediakan pula garpu untuk memakannya.

Di puncak keberhasilannya Ando yang pada tahun 1988 genap berumur 77 tahun, membuka Foodeum di Shinjuku, Tokyo. Gedung itu disebut pula “istana mie” karena mempunyai beberapa restoran mie serta museum mie.

One thought on “Mie Goreng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s